Senin, 20 Oktober 2014

Kehilangan kamu itu, menyakitkan

Minggu, 12 Oktober 2014

Ini menyakitkan

Aku masih percaya suatu saat dia akan kembali. Tapi ini sudah bulan ke tujuh setelah kepergiannya dan dia tidak pernah kembali. Bahkan untuk menengok ke belakang lagi pun dia tidak pernah.
Aku masih tetap menunggu. Terduduk di sini dan sesekali menangisinya yang sudah berlari jauh menggandeng wanita lain dan bahagia bersamanya. Sedangkan aku masih disini. Menantinya kembali, bahkan hanya sekedar menengok ke belakang. Menangisinya karna kebodohanku sendiri.
Bahkan aku tidak tau apa sebab dia pergi. Sampe sekarang aku masih tidak tau.
Menanti dan menangisinya. Itu yang selalu aku lakukan. Teman-temanku terus menyangatiku tapi hati ini masih belum sanggup untuk berdiri lagi. Ini masih terlalu menyakitkan. Tapi sampai kapan? Sampai kapan aku harus tetap seperti ini?
Tuhan, apa salahku?
Aku ingin dia kembali. Bahkan hanya untuk sekedar menengok ke belakang, berlari kembali ke arahku, memelukku mengucapkan salam perpisahan dan pergi kembali. Ya, mungkin itu sudah cukup.
Hanya satu hari, aku hanya menginginkan satu hari penuh terakhir bersamanya. Apakah itu juga tidak mungkin?
Sejahat itukah aku padamu hingga kau membalasku seperti ini.
Kejam. Tega. Sadis. Sakit.

Rabu, 08 Oktober 2014

I miss you

This painful. when you miss someone, but you can not do anything. This hurts when you wanted to see it again, but you could not see him. This hurts when you can only remember him through a dream